Trouble is part of your life, and if you don't share it, you don't give the person who loves you a chance to love you enough.

Dinah Shore

postingan ini merupakan respon dari postingan si onit tentang cowo yg memiliki keinginan berlebihan.

merujuk ke keinginan sang cowo asia itu, memang kelihatannya sedikit tidak berpihak ke cewe. akan tetapi sebenarnya siapapun dia cowo or cewe, tentu berkeinginan untuk memaksimalkan keuntungan, dengan kata lain egois, mau menang sendiri. dan menurut gue sifat itu adalah sifat dasar yang melekat pada manusia yang mempunyai nafsu. cuman mungkin levelnya aja yang berbeda2. ya kalo keinginan nya persis seperti yang dikutip itu, gue cuman bisa senyum2, geleng2 kepala, sama bergumam 'dasar cowo' hehe. tapi sekali lagi, keinginan seperti itu sebenarnya tidak eksklusif dimiliki oleh cowo asia (ato lebih khusus lagi indo), semua manusia kalo bisa mendapatkan hal itu, tentu tidak menolak. jadi teringat slogan, "lahir anak raja, muda foya2, tua kaya raya, mati masuk sorga". emang sorga bapakmu :d

terus tentang kesan cowo asia (ato lebih khusus lagi indo) tidak mau mengurus urusan rumah tangga, dan lain sebagainya, itu tidak berlaku sama sekali bagi pasutri indo yang menikah dan sementara tinggal di sini (di jerman). kalo yang di indo gue mah gak tau. semuanya turut membantu urusan rumah tangga, bersihin rumah, masak, ganti popok, dls.

btw statistik menunjukkan, dari banyak pasutri campuran yang baru menikah yang gue kenal disini, 80% cewe indo pasangannya bule, dan hanya sekitar 20% cowo nya indo pasangannya bule. cuman info doang hehe

kesimpulannya, gue musti nanya ke ibu2 di facebook nih, tolong kenalin wanita yang anaknya nanti mau digantiin popoknya ama gue dong. *wah jadi curhat colongan :d* sepertinya banyak wanita yang bakal ngerespon ya

postingan ini sebenarnya terinspirasi dari postingannya si onit tentang komunikasi dan asumsi. memang asumsi yang berlebihan dalam berkomunikasi akan menimbulkan salah paham. akan tetapi menghilangkan semua asumsi juga tidak bisa dilakukan. karena asumsi itu berasal dari sekumpulan fakta yang kita yakini kebenarannya. jadi kadang2 secara tidak sadar sudah tercampur di kepala kita antara asumsi dan fakta.

akan tetapi, dalam berkomunikasi dengan kebanyakan wanita, imho, asumsi ini perlu dipertahankan malah kalo bisa ditingkatkan hehe. karena kaum hawa yang tergolong unik ini memang lebih suka untuk tidak mengomunikasikan fakta2 yang ada. contoh paling sederhana, misalnya si oncom nanya ke istrinya, "ncim, mo dibeliin makan apa?" kemudian si oncim menjawab, "gak usah dibeliin apa2. masih ada makanan di rumah." kemudian ketika si oncom pulang gak bawa apa2 setibanya di rumah, si oncim dalam hati, loh kok gak dibeliin apa2 ya.

ya begitulah, sering kali wanita itu sulit dimengerti. tapi ini juga asumsi loh ya :d

i got the chance to watch it in the very first day of indonesian film festival 2009: focus on riri riza. he's the director. this festival takes place in abaton. the opening started with balinese dance performance and short introduction movie about tourism of indonesia.

this film is actually an adaptation movie from the very famous book of andrea hirata with title 'laskar pelangi'. the title's translation doesn't perfectly fit, does it? anyway, after having some experience watching the adaptation movie, i didn't give much expectation this time. if we compare to the book, the visualize version of course could not capture all the written scenario well. however i'm still satisfied. i would give the ratings 8 out of 10 to this movie. good work!

in movie version there is no introduction to each character in detail. therefore the audiences who haven't got chance to read the book couldn't get the whole pictures of what's going on.

for those who doesn't have any idea about this book/film, it's about the childhood of the author and his friends where they had difficulties to go to school because of the poorness, eventhough they actually lived in one of richest city in indonesia. they have been taught about how to live a dream no matter of what they have now. they have to struggle to get every single thing that for the rich people who by the way lives next door might be very easy to get. what an inspiring story.

lintang, the genius one, and bu muslimah, the teacher, were the stars for me. they made the movie happy and sad at the same time. nevertheless the others has made a big contribution too to the success of this movie.

i cant wait to see the next movie of this series, the dreamer - sang pemimpi